Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Marlina (Tidak Mengaku) Berdosa?

Gambar
Udara dingin Jatinangor tidak dapat mengurangi niat keras sa untuk menonton Marlina minggu malam kemarin. Rencana nonton ini sebenarnya sudah dari jauh-jauh hari dipersiapkan. Namun karena ada satu dan beberapa hal, sa harus mengurungkan diri dan menundanya. Makanya hari ini sa bertekad acara tonton-menonton harus dilakukan malam ini juga. Walaupun kondisi dompet jauh dari kata sehat, namun sa tetap memaksakan demi menonton film yang telah mendapat tempat di cannes film festival di Perancis, salah satu festival film bergengsi internasional.             Ada beberapa hal yang menarik perhatian sa. Mungkin hal tersebut juga merupakan sesuatu yang ingin disampaikan oleh sang pembuat film. Untuk diketahui saja, sa mungkin akan lebih banyak membahas substansi dari film ini sebab sa memang tidak terlalu paham mengenai hal ikhwal teknis pembuatan film. Namun bukan berarti sa tidak akan membahasnya. Sa akan membahasnya, tapi dalam ...

Hujan itu memang di Bulan Juni, Sapardi…..

Gambar
Pierre-Aguste Renoir: "Le déjeuner des canotiers (Luncheon of the boating party)" , Katamu hujan itu tabah, bijak, dan arif Kataku hujan itu gundah, beriak, dan latif Katamu dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga Kataku dilimpahkannya tetes rasanya kepada tanah hitam sederhana Katamu dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan Kataku dicurahkannya sinar-sinar matanya yang berseru di lautan Katamu dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga Kataku dikurungnya yang tak terlukiskan diluap ombak laut samudera Walaupun begitu, Hujan itu memang di Bulan Juni, Sapardi…. Vincent Van Gogh: "Cafe Terrace at Night".

Mengingat Pembantai Dili Bersama SGA

Judul: Saksi Mata Penulis: Seno Gumira Ajidarma Penerbit: Bentang Pustaka Tahun Terbit: 2016 Tebal: 158 halaman “Hari-hari itu saya memikirkan harga jiwa manusia. Saya menulis cerita dengan semangat perlawanan, untuk melawan ketakutan saya sendiri—dan saya sungguh bersyukur telah mendapat pilihan untuk melakukannya. Penguasa datang dan pergi. Certita saya masih ada”.             Begitulah Seno Gumira Ajidarma atau yang biasa dipanggil ‘SGA’ mengungkapkan bagaimana perasaan dan pikirannya saat menulis cerita pendek ini. Ketakutan ini tentu mempunyai alasan. Pada masa itu, awal 1990-an, telah terjadi pembantaian keji di Dili. Dan kita tahu, pemberitaan mengenai pembataian oleh para militer tidak akan menjadi isu nasional. Dianggap angin lalu saja, dilupakan. Namun, Seno melawan ketakutan yang dirasakan hampir semua jurnalis pada masa. Ia dengan berani menuangkan cerita tentang pembantaian tersebut di dalam majalah Jakart...

Meninjau dan Mengkaji Ulang Peran Politik Media Massa Indonesia

Media Massa Indonesia, menurut Undang-Undang NO. 40 tahun tahun 1999 pasal 6, mempunyai beberapa peran, yaitu: 1.       Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui 2.       Menegakkan nila-nilai demokrasi 3.       Mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan hak asasi manusia, dan serta meghormati 4.       Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum Dalam Undang-Undang tersebut tidak dituliskan peran politik media atau lebih tepatnya media sebagai aktor politik, walaupun sebenarnya media memang memilik peran politik. Di dalam Undang-Undang yang sama pasal 1 disebutkan bahwa pers adalah lembaga sosial . Padahal, Media Massa juga memiliki peran politik. Media menjadi aktor politik yang menjadi perpanjangan tangan para pemegang kekuasaan (Adzkia, 2014) . Tetapi, Cook (1998) menjelaskan bahwa masyarakat awam bahkan para ahli...