Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Siasat Pekerja Ojol dan Pekerja Domestik di Masa Pembatasan Sosial COVID-19

Gambar
Tulisan ini merupakan saduran dari artikel jurnal yang ditulis oleh Joanna Octavia dengan judul "Network of Trust: Acccessing Informal Work Online in Indonesia During COVID-19" di Jurnal International Labour Review .   Di masa PSBB tahun lalu, pekerja ojol tidak dibolehkan untuk mengantarkan penumpang. Yang diperbolehkan hanyalah pengantaran makanan dan paket barang. Penurunan pendapatan dari masa sebelum pandemi mencapai   70 sampai 80 persen . Ada jutaan pekerja ojol yang terdampak. Sampai tahun 2020, ada 4 juta pekerja ojol yang ada di seluruh Indonesia, dan tentu terus bertambah hingga sekarang. Setelah pelarangan jasa angkut penumpang pada April 2020, sekelompok pengemudi ojol mulai bersiasat. Mereka menggunakan Twitter untuk menawarkan jasa mengantar makan, paket, dan kebutuhan harian tanpa memakai platform aplikasi ojol. Mereka menyisipkan tagar #ButuhDriver di setiap post-nya. Isi tweet mereka menawarkan jasa dengan detil lokasi dan jasa apa saja yang mereka tawa...

Lambung yang Baik, Mari Bekerja Sama Kembali!

Gambar
Sumber: https://us.123rf.com Sudah 20 tahun lebih lambung dan aku bekerja sama. Ia tidak banyak mengeluh. Sekalipun berbagai rasa makanan dan minuman telah diterimanya dengan lapang dada. (Memangnya lambung punya dada?!). Dari perjalanan panjang itu, kita setidaknya mempunyai dua fase kritis. Suatu malam, yang kebetulan agak dingin, tidurku terganggu. Rasanya ada yang meninju sangat keras tepat di uluh hati. Sakitnya luar biasa. Baju yang dikenakan terasa basah padahal cuaca dingin. Ternyata itulah keringat dingin. Keringat yang hanya datang ketika orang menahan nyeri atau sakit yang tak tertahan. Semua orang terbangun, ya keluargaku. Siapa lagi? Waktu itu aku belum ada khodam. Sekarang juga masih tidak ada sih . Oke, lanjut ya. Semuanya panik. Tentu mama yang paling panik. Air putih hangat kuku tidak lagi meredakan. Minyak angin tidak memberi efek.  Akhirnya, kakakku menuang air panas ke botol kemasan plastik buat ditempelkan ke atas perut. Masih tidak terasa! Antara sadar atau ti...

Membaca Laut Bercerita

Beberapa hari yang lalu, gue baru menamatkan novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Novel ini sebetulnya udah menjadi daftar bacaan gue sejak lama. Selain karena tidak terlalu ramah di kantong mahasiswa ekonomi lemah macam gue, 'panggilan' untuk membeli dan membaca buku ini memang baru ada minggu kemarin. 'Panggilan' yang gue maksud di sini seperti ada satu momen yang membuat gue berbisik dalam hati "ah udah saatnya baca ini". Soalnya begini, tiap kali mengunjungi toko buku yang sebagian (besar) buku-bukunya ada di daftar bacaan gue, pasti gue akan berputar-putar dulu agak lama untuk bolak-balik mengambil dan 'memegang' beberapa opsi buku. Dan, ketika ada buku yang gue rasa punya getaran cukup kuat di tangan, maka pilihannya akan jatuh ke buku tersebut. Momen sok spritual tersebut terjadi ketika gue memegang buku Laut Bercerita minggu kemarin. Maka, buku inilah yang menjadi bacaan beberapa hari ke depan. Tak butuh waktu lama, novel ini sulit untu...