Plafon dan Rumah Masa Depan Masyarakat Urban
Salah satu artikel dari the Lindyman Newsletter berjudul "Ceiling Height Matters" benar-benar membuka pikiran. Ia membahas pentingnya ketinggian plafon! Sederhana dan remeh sekali. Tetapi, membaca artikel itu saya langsung tersadar ketinggian plafon bukan hanya soal penghematan material dan omongan kosong soal hidup minimalis.
Sang penulis artikel itu memperlihatkan dengan jelas bahkan sejak dari ribuan tahun lalu, geraja atau rumah ibadah lainnya sudah pasti memiliki plafon yang sangat tinggi. Ia menyebut manusia lebih sensitif terhadap ruang di atasnya dibanding di sekitarnya. Sejauh riset saya, ini belum dapat dibuktikan secara saintifik.
Tapi, soal ketinggian plafon ini, pskikolog dari Universitas Toronto Scarborough Oshin Vartanian menjelaskan ruangan berplafon tinggi mendorong eksplorasi visualspatial dan membuat kita berpikir lebih bebas. Hal ini diteliti oleh ilmuwan bidang pemasaran Joan Meyers-Levi dan Rui Zhu dalam Journal of Consumer Research 2007. Penelitian ini menunjukkan plafon yang tinggi cenderung membuat peserta eksperimen berada dalam pola pikir kebebasan, kreatifitas, dan abstraksi.
Eksperimen lain mencoba dengan cara lain. Para peserta eksperimen diminta menilai 200 gambar ruangan dengan pilihan "bagus" atau "tidak bagus". Dari 200 gambar itu, 100 gambar berplafon tinggi, yang lain berplafon rendah. Hasilnya, perserta eksperimen cenderung menilai "bagus" untuk gambar ruangan berplafon tinggi.
Ketika saya menyudahi membaca artikel tersebut, hal pertama yang ada di benak saya adalah rumah atau hotel kapsul yang mulai marak di kota-kota besaar Indonesia. Kalau kita masukan kata kunci "hotel kapsul" di Google, maka saran yang muncul selanjutnya adalah kota-kota besar di Indonesia. Hotel kapsul biasanya hanya memili lebar 1,2 meter dengan panjang 1 meter, dan tinggi satu meter.
Kurangnya ruang di perkotaan dan melonjaknya harga tanah dan properti menjadi pemicu adanya rumah dan hotel kapsul ini. Harganya yang murah menjadi jualan utamanya.
Otoritas Tiongkok melarang hotel kapsul ini sejak 2017 karena alasan keselamatan, terutama saat situasi kebakaran. Sementara itu, warga Hongkong sendiri marah dengan adanya hotel kapsul yang dibikin seolah keren menjadi "kapsul ruang angkasa". Padahal, kata mereka itu hanyalah kandang anjing yang diperbesar.
Apapun itu, plafon yang tinggi tentu masih menjadi harga mati agar hidup tetap waras.
Keren bangettttπππππ
BalasHapus