Senyuman dan Voters

 Bisakah senyuman seorang pembawa berita membuat seorang presiden memenangkan pemilu?

Artikel phycology today (1 Januari 1992), membuka dengan kalimat yang menarik: "Jika Peter Jennings tersenyum, apakah seorang presiden (akan) terpilih?
 

Pemilu AS 1984 dan 1988 sepertinya menjawab hal itu lewat penelitian dari Carolyn Cooper. Penelitiannya pertama menemukan bahwa pembawa berita Peter Jennings dari ABC menunujukkan pro salah satu kandidat, yaitu Ronald Regan pada 1984 dan Bush 1988. Indikasinya sederhana: yak, dari senyuman. Ketika nama dari dua kandidat itu disebutkan, ia menunjukkan eskpresi tersenyum. Hasilnya bagaimana? jumlah pemilih Regan, misalnya, yang menonton ABC jauh lebih banyak dibanding yang menonton CBS atau NBC. Pertanyaannya, apakah Jennings mempengaruhi kandidat dengan senyumannya, atau pemilihnya sudah pro Regan atau Bush sejak awal dan perasaan positif Jennings semakin memertegas pilihan mereka? 

Jawaban dari Carolyn Cooper dua-duanya terjadi. Bahwa benar adanya senyum pembawa berita dapat membuat penonton melihat kandidat dengan lebih positif. Cooper berkata: "If you are a Democrat and the newscaster smiles on a competing Republican candidate, you will like the Republican candidate more than when you started, but not more than the Democratic candidate." And the same effect holds if you are a Republican watching a Democrat-biased newscaster"


sumber: 

https://www.psychologytoday.com/us/articles/199201/certain-smile

https://www.bxscience.edu/ourpages/auto/2013/10/21/58055826/lesson%2028-newscasters%20article.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lambung yang Baik, Mari Bekerja Sama Kembali!

Membaca Laut Bercerita

Plafon dan Rumah Masa Depan Masyarakat Urban